, ,

Amazon Minta Maaf Usai Bikin Internet Lumpuh, Ungkap

oleh -136 Dilihat
oleh

Seirampah – Amazon dunia maya diguncang oleh salah satu gangguan teknologi terbesar dalam beberapa tahun terakhir — layanan cloud milik Amazon Web Services (AWS) mengalami outage sehingga banyak situs web, aplikasi, dan layanan digital besar yang mendadak tak bisa diakses. Perusahaan kemudian mengeluarkan permintaan maaf resmi dan menjelaskan penyebabnya.

Kronologi Singkat

Amazon
Amazon

Baca Juga : GPU AI Nvidia H100 Bakal Mengangkasa Diangkut Roket

Gangguan dimulai sekitar pukul 11:49 PM PDT pada 19 Oktober di region US-EAST-1 (Northern Virginia), lalu error rate meningkat dan latensi meluas.

AWS mengidentifikasi bahwa masalah utama bersumber pada DNS resolution untuk salah satu layanan internalnya, yaitu Amazon DynamoDB API endpoint di region tersebut.

Setelah root-cause ditemukan sekitar pukul 2:24 AM PDT pada 20 Oktober, pemulihan perlahan berjalan namun layanan kembali normal secara penuh baru sekitar pukul 6 PM ET.

Amazon kemudian mengeluarkan permintaan maaf resmi: “We apologise for the impact this event caused our customers. We know how critical our services are…”

Apa Penyebabnya?

Dari penjelasan resmi AWS dan liputan media, berikut sebab utama dan faktor pendukung:

Kesalahan pada DNS (Domain Name System) – Sistem yang menerjemahkan nama domain ke alamat IP mengalami gangguan untuk endpoint DynamoDB di US-EAST-1.

Efek berantai (“cascading failure”) – Ketika DynamoDB tidak bisa “ditemukan”, layanan-lain yang bergantung padanya mengalami gangguan, termasuk peluncuran instance EC2 dan pemeriksaan kesehatan load balancer.

 Pakar mengatakan: “It’s as if large portions of the internet suffered temporary amnesia.”

Dampak yang Terjadi

Layanan populer seperti Snapchat, Fortnite, Duolingo, Venmo bahkan sistem pemerintahan sebagian mengalami gangguan.

Para pengguna di berbagai negara melaporkan aplikasi tidak bisa login, transaksi tertunda, hingga layanan smart home lumpuh.

Media sosial ramai menanggapi dengan meme dan komentar satir — efeknya bukan sekadar teknis, tetapi sosial-psikologis juga.

Pelajaran dan Tantangan ke Depan

Ketergantungan tunggal: Kasus ini menegaskan bahwa ketika satu pemain besar cloud terganggu, banyak layanan lain ikut ‘ragged’. Komentar: “If a company can break the entire internet, they are too big.”

Kebutuhan redundansi dan backup: Baik untuk AWS sendiri maupun kliennya—harus mendesain sistem dengan redundansi antiregion dan rencana darurat.

Kepercayaan publik: Walau layanan pulih, reputasi dan tingkat kepercayaan pelanggan bisa tergerus — terutama jika gangguan serupa terjadi lagi.

Kesimpulan

Apakah Anda ingin saya cari detail teknis lengkap (post-mortem) dari AWS serta implikasi khusus untuk Indonesia atau Asia Tenggara?

Skintific