,

Warga Protes Proyek Lapangan Padel di Kebayoran Lama Dianggap Bising dan Berbahaya

oleh -60 Dilihat
oleh
Warga Protes Proyek Lapangan

Warga Protes Proyek Lapangan Padel di Kebayoran Lama: Dianggap Bising dan Berbahaya

Kota Sei Rampah — Warga Protes Proyek Lapangan Proyek pembangunan lapangan padel yang tengah berlangsung di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta, memicu protes dari warga setempat. Mereka mengeluhkan dampak kebisingan dan potensi bahaya yang ditimbulkan oleh aktivitas konstruksi dan penggunaan lapangan padel yang direncanakan akan selesai dalam beberapa bulan ke depan. Keluhan warga semakin memuncak, menyusul pernyataan sejumlah pihak yang merasa terganggu oleh suara keras yang dihasilkan oleh alat-alat berat dan aktivitas latihan para pemain padel.

Padel, olahraga raket yang mirip dengan tenis tetapi dimainkan di lapangan yang lebih kecil dan dikelilingi oleh dinding kaca, kini tengah populer di Indonesia, khususnya di kalangan urban. Meskipun olahraga ini mulai digemari oleh berbagai kalangan, proyek lapangan padel yang dibangun di tengah permukiman padat penduduk ini menimbulkan keresahan di kalangan warga sekitar.

Kebisingan yang Mengganggu

Salah satu keluhan utama yang disampaikan oleh warga Kebayoran Lama adalah kebisingan yang ditimbulkan oleh aktivitas konstruksi dan pergerakan pemain di lapangan padel. Beberapa rumah yang berada di dekat lokasi proyek merasa terganggu dengan suara keras dari alat berat yang digunakan selama proses pembangunan. Tidak hanya itu, suara bola padel yang dipukul dengan keras, terutama pada jam-jam tertentu, dianggap mengganggu ketenangan warga, khususnya bagi mereka yang bekerja dari rumah atau memiliki anak kecil.

“Setiap hari, mulai pagi sampai sore, suara berisik dari alat berat itu terus terdengar. Setelah itu, suara bola padel yang dipukul juga sangat mengganggu. Kami sudah tidak bisa tidur siang dengan tenang lagi,” ujar Agus, salah satu warga yang tinggal sekitar 200 meter dari lokasi proyek.

Selain kebisingan, warga juga mengkhawatirkan dampak jangka panjang dari pembangunan lapangan padel ini terhadap kualitas hidup mereka. Beberapa di antaranya merasa bahwa proyek ini tidak seharusnya dilakukan di tengah permukiman padat penduduk yang sebelumnya dikenal tenang dan nyaman untuk tinggal.Pengguna Lapangan Padel Tidak Keberatan dengan Rencana Penerapan Pajak 10  Persen, Simak Alasannya - Wartakotalive.com

Baca Juga: Immanuel Ebenezer Sayangkan Respons Purbaya

Potensi Bahaya dari Lokasi yang Tidak Sesuai

Warga setempat juga mengkhawatirkan potensi bahaya yang timbul akibat lokasi lapangan padel yang sangat dekat dengan permukiman. Lapangan ini, meskipun tidak memakan banyak lahan, memiliki dinding kaca yang bisa pecah atau terlepas ketika bola padel dipukul dengan keras. Hal ini menimbulkan rasa khawatir, terutama bagi mereka yang tinggal di sekitar lapangan dan memiliki anak-anak yang sering bermain di luar rumah.

“Iya, kami khawatir kalau ada dinding kaca yang pecah dan melukai orang. Anak-anak banyak yang bermain di sekitar sini, dan lapangan itu terlalu dekat dengan rumah kami. Seharusnya lapangan olahraga seperti ini tidak dibangun di dekat pemukiman padat,” ungkap Ibu Siti, seorang ibu rumah tangga yang juga tinggal di dekat lokasi proyek.

Selain itu, adanya parkir kendaraan yang tidak teratur dan peningkatan jumlah pengunjung yang datang untuk bermain padel membuat arus lalu lintas di sekitar kawasan menjadi lebih padat dan membahayakan pengendara maupun pejalan kaki. Warga merasa bahwa pemerintah daerah atau pihak pengelola lapangan padel belum memperhatikan masalah lalu lintas dan keselamatan warga sekitar dengan serius.

Proyek dengan Dampak Sosial yang Kurang Diperhatikan

Banyak warga yang merasa tidak dilibatkan dalam keputusan terkait pembangunan lapangan padel ini. Sejak awal proyek dimulai, mereka mengklaim tidak mendapatkan informasi yang cukup mengenai tujuan dan dampak proyek tersebut. Warga menganggap bahwa pembangunan lapangan ini tidak mempertimbangkan kenyamanan dan kepentingan sosial mereka, yang lebih memerlukan fasilitas yang ramah lingkungan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Sejumlah warga juga mengungkapkan kekecewaan karena mereka merasa tidak diberi kesempatan untuk menyuarakan kekhawatiran mereka sebelumnya. Padahal, menurut mereka, ada banyak lahan lain di Jakarta yang lebih sesuai untuk proyek semacam ini, yang tidak mengganggu ketenangan lingkungan pemukiman.

“Proyek ini seharusnya melibatkan masyarakat. Kami ingin didengar, apalagi kami yang tinggal di sini dan merasakan langsung dampaknya. Tidak ada komunikasi yang baik antara pihak pengembang dan kami,” ujar Dwi, seorang warga lainnya.

Warga Protes Proyek Lapangan Tanggapan Pemerintah dan Pengelola Proyek

Pihak pengelola lapangan padel, yang merupakan bagian dari perusahaan swasta yang tengah mengembangkan fasilitas olahraga di Jakarta, menanggapi keluhan warga dengan menyatakan bahwa mereka sudah mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah kota dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek. Mereka mengklaim bahwa lapangan padel ini bertujuan untuk memberikan fasilitas olahraga yang lebih beragam bagi masyarakat urban dan mendukung tren olahraga yang semakin populer.

Namun, mereka juga mengakui bahwa masalah kebisingan dan potensi bahaya yang dikhawatirkan warga memang perlu diperhatikan lebih lanjut. Pengelola proyek berjanji untuk berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan penyesuaian dalam operasional lapangan padel, terutama mengenai jam operasional dan pengelolaan suara dari permainan.

“Proyek lapangan padel ini memang dimaksudkan untuk memberikan alternatif fasilitas olahraga bagi masyarakat, namun kami juga sangat menghargai masukan dari warga sekitar. Kami akan mengevaluasi dan mencari solusi terbaik untuk mengurangi gangguan kebisingan serta meningkatkan aspek keselamatan di sekitar area,” ujar juru bicara pengelola proyek, Fadli Ramadhan.

Solusi yang Diharapkan Warga

Sebagai respon terhadap keluhan yang berkembang, warga meminta agar pemerintah kota dan pengelola proyek segera melakukan langkah-langkah yang lebih konkret. Mereka berharap ada penyesuaian dalam desain lapangan dan sistem pengelolaan yang bisa mengurangi kebisingan, seperti penambahan bahan penyerap suara di area lapangan atau pembatasan jam operasional.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.