Urusan Venezuela Belum Selesai, Trump Sudah Ancam Presiden Kolombia: Ketegangan Baru di Amerika Latin
Sei Rampah – Urusan Venezuela Ketegangan politik di kawasan Amerika Latin kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman terhadap Presiden Kolombia, Gustavo Petro — sementara perhatian global masih tertuju pada situasi di Venezuela yang belum juga mereda.
Presiden Trump dalam pernyataannya menyebut Petro “akan menjadi berikutnya” dalam kampanye kerasnya terhadap apa yang disebutnya sebagai operasi perdagangan narkoba besar-besaran di wilayah tersebut. Pernyataan ini muncul di tengah upaya Trump yang intensif menekan pemerintah Venezuela dan Presiden Nicolás Maduro, yang sudah berlangsung berbulan-bulan.
Ancaman Terhadap Petro: “Dia Akan Jadi Berikutnya”
Trump secara eksplisit memperingatkan Petro bahwa jika ia tidak “lebih sadar” terhadap tuduhan produksi narkoba di Kolombia — yang ia klaim sangat besar — maka sang presiden Kolombia akan menghadapi tindakan lebih keras dari Washington. Trump bahkan menyebut Kolombia memiliki “pabrik kokain” yang memasok narkoba ke Amerika Serikat, dan berharap Petro mendengarkan peringatan tersebut.
Retorika Trump ini dianggap sebagai eskalasi baru dalam hubungan AS–Kolombia yang sebelumnya sudah tegang setelah pemerintah AS menuduh Petro dan pejabat Kolombia tidak efektif dalam memberantas narkotika. 
Baca Juga: Pemkab Bener Meriah Perpanjang Masa Tanggap Darurat hingga 23 Desember
Tanggapan Petro: Bantahan dan Kritik Terbuka
Presiden Petro langsung memberikan respons keras atas ancaman tersebut. Dalam sebuah pernyataan panjang di media sosial X, ia menuduh Trump “sangat keliru” dan mengandalkan informasi yang salah tentang upaya Kolombia dalam perang melawan narkoba. Petro menegaskan bahwa negaranya justru bekerja sama dengan AS di masa lalu melalui peta jalan damai untuk Venezuela — bukan hanya fokus pada narkotika.
Petro juga mengkritik pendekatan keras Trump terhadap Venezuela, memperingatkan bahwa intervensi militer AS di sana justru bisa memicu “kekacauan besar di seluruh Amerika Selatan, termasuk Kolombia” dan merusak kerja sama demokrasi di kawasan.
Latar Belakang Ketegangan AS–Venezuela–Kolombia
Di sisi lain, AS juga sempat menjatuhkan sanksi politik dan ekonomi kepada Petro serta mengecam kebijakan pemerintahan Kolombia terkait perdagangan narkotika. Ketegangan ini memperburuk hubungan antara dua sekutu yang sebelumnya relatif dekat dalam koalisi anti-narkoba.
Urusan Venezuela Implikasi Politik dan Diplomatik
Ancaman Trump terhadap Petro dan tekanan lanjutan terhadap Maduro menunjukkan betapa kompleksnya dinamika geopolitik di Amerika Latin:
Venezuela tetap pusat gejolak: Fokus AS pada Venezuela belum mereda, dan tekanan itu kini meluas ke negara tetangga yang memiliki hubungan erat dengan Caracas.
Kesimpulan
Walaupun isu Venezuela masih jauh dari penyelesaian — dengan Washington terus menekan Maduro melalui berbagai langkah termasuk sanksi dan operasi militer — Trump telah memperluas obsesinya terhadap kebijakan regional ke Kolombia. Ancaman terhadap Petro mencerminkan meningkatnya ketegangan antara Washington dan para pemimpin Amerika Selatan yang menolak pendekatan keras AS.
Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa politik narkoba dan kontrol energi (khususnya minyak Venezuela) tetap menjadi pendorong utama dalam hubungan internasional di kawasan ini. Dengan petaka kebijakan seperti ini, masa depan hubungan AS, Kolombia, dan Venezuela akan terus menjadi sorotan dunia.






![6932e09e1b4c3[1] Ida Budhiati soal Riwayat](https://litin.net/wp-content/uploads/2025/12/6932e09e1b4c31-148x111.jpeg)
![jelang-natal-taman-doa-rawa-buaya-ramai-pengunjung-1765692835274_169[1] Jelang Natal](https://litin.net/wp-content/uploads/2025/12/jelang-natal-taman-doa-rawa-buaya-ramai-pengunjung-1765692835274_1691-148x111.jpeg)