, ,

Update Korban Banjir Sumatera 1.182 Jiwa Meninggal Dunia

oleh -138 Dilihat
oleh
Update Korban Banjir Sumatera

Update Korban Banjir Sumatera: 1.182 Jiwa Meninggal Dunia, Kerusakan Infrastruktur Parah

Sei Rampah – Update Korban Banjir Sumatera besar yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera pada awal Januari 2026 menyebabkan kerusakan parah dan menelan korban jiwa yang cukup banyak. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin (8/1/2026), jumlah korban meninggal dunia akibat bencana ini telah mencapai 1.182 jiwa, sementara ribuan orang lainnya masih terjebak dalam kondisi darurat di berbagai tempat pengungsian.

Banjir besar ini disebabkan oleh curah hujan ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, mengakibatkan sungai-sungai besar meluap dan menenggelamkan puluhan ribu rumah serta infrastruktur vital di provinsi-provinsi di Sumatera. Wilayah yang terdampak paling parah termasuk Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Korban Meninggal Dunia dan Dampak Sosial Ekonomi

Berdasarkan laporan terbaru, jumlah korban jiwa terus meningkat seiring dengan penemuan korban yang tertimbun puing-puing dan terjebak di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau. Ribuan orang yang selamat kini mengungsi di tempat-tempat penampungan sementara yang didirikan oleh pemerintah dan relawan. Selain itu, lebih dari 600.000 orang terpaksa mengungsi akibat banjir yang merendam rumah mereka.

“Warga yang selamat sangat membutuhkan bantuan dalam bentuk makanan, obat-obatan, dan tempat tinggal yang layak. Kami mengimbau agar seluruh elemen masyarakat dan pemerintah pusat segera mengerahkan bantuan,” ujar Kepala BNPB, Suharyanto, dalam keterangan persnya.

Sebagian besar korban jiwa ditemukan di daerah yang sebelumnya terendam air bah selama lebih dari dua hari. Warga yang terjebak di rumah mereka tidak dapat melarikan diri karena tingginya volume air yang datang begitu cepat, membuat akses jalan utama terputus. Banyak juga korban yang ditemukan meninggal akibat terperangkap dalam bangunan yang roboh, tertimbun lumpur, atau terkena aliran deras.

“Sebagian besar korban berasal dari wilayah pesisir dan daerah dataran rendah yang lebih rentan terhadap banjir. Selain itu, bencana ini juga menyebabkan kerusakan besar pada sektor pertanian dan infrastruktur,” tambah Suharyanto.

Infrastruktur dan Transportasi Terganggu

Banjir ini juga menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur, dengan banyak jalan utama, jembatan, dan fasilitas publik lainnya hancur atau terendam air. Salah satu titik yang paling parah terkena dampak adalah jalan tol Sumatera yang menghubungkan Medan dengan Aceh. Banyak kendaraan terjebak dan terendam banjir selama berjam-jam sebelum tim penyelamat dapat mengevakuasi mereka.

“Di beberapa tempat, kita bahkan tidak bisa menjangkau wilayah-wilayah yang terdampak karena jalan-jalan utama dan jembatan rusak parah,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumatera Utara, Arief Budiman.

Pemerintah daerah bersama tim SAR terus bekerja keras untuk membuka jalur-jalur evakuasi, meskipun banyak wilayah yang masih terisolasi. Sejumlah bandara yang terendam air juga terpaksa ditutup untuk sementara, menambah kesulitan transportasi bagi relawan dan petugas bantuan.

“Kerusakan yang terjadi di bidang infrastruktur sangat luas, dan perbaikan akan memakan waktu lama. Kami meminta dukungan penuh dari pemerintah pusat dan lembaga-lembaga internasional untuk segera mengirimkan bantuan,” ujar Arief.Update 1 Januari 2026: Korban Jiwa Bencana Sumatera Capai 1.157 Orang

Baca Juga: Jet F-16 Jatuh di Lepas Pantai Taiwan Hentikan Operasional Sementara

Evakuasi dan Bantuan

Sebagian besar wilayah yang terendam banjir masih sulit dijangkau karena tingginya debit air. Tim SAR dari berbagai daerah termasuk relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi warga yang terjebak di rumah-rumah yang masih terendam.

“Proses evakuasi berjalan lambat karena air terus meluap dan menggenangi wilayah yang lebih luas. Kami sangat membutuhkan bantuan logistik seperti makanan, air bersih, dan tenda pengungsian untuk ribuan orang yang masih terjebak,” kata Dedy Mulyadi, Koordinator Relawan PMI di Sumatera Utara.

Pemerintah daerah setempat juga telah membuka pusat-pusat pengungsian sementara yang bisa menampung ribuan pengungsi. Selai

n bantuan logistik, perhatian besar juga diberikan pada pemulihan kondisi kesehatan pengungsi yang rentan terhadap penyakit. T

Update Korban Banjir Sumatera Prediksi Cuaca dan Antisipasi Bencana Lanjutan

 Hujan lebat yang masih terjadi di daerah hulu sungai berpotensi meningkatkan debit air yang mengalir ke wilayah hilir.

BMKG juga mengimbau masyarakat di kawasan rawan banjir untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari otoritas lokal.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.