SeiRampah – Ular Sanca Muncul Suasana pagi yang biasanya ramai di kawasan Jalan Raya Fatmawati, Jakarta Selatan, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Senin (11/11) pagi. Seekor ular sanca kembang berukuran hampir empat meter tiba-tiba muncul dan melintas di tengah jalan, membuat pengendara motor dan mobil panik hingga menghentikan laju kendaraan mereka.
Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 07.30 WIB itu sontak menarik perhatian warga sekitar. Banyak pengendara berhenti dan menepi karena takut melindas atau diserang oleh ular besar tersebut. Beberapa warga bahkan sempat merekam momen menegangkan itu dan videonya kini viral di media sosial.
“Tiba-tiba ularnya keluar dari selokan dekat trotoar, badannya besar banget, kira-kira sebesar paha orang dewasa. Banyak yang teriak-teriak takut,” ujar Tomi (34), salah satu pengendara motor yang melihat langsung kejadian tersebut.
Warga dan Petugas Gabungan Turun Tangan
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4286806/original/021366100_1673334794-Jalan_Pantai_Tanah_Merah__Kalimantan.jpg)
Baca Juga : Aksi Damai di PN Sei Rampah, Pastikan tidak ada Intervensi!
Tak lama setelah kejadian, sejumlah warga dibantu petugas keamanan setempat berusaha mengamankan ular yang tampak kebingungan di tengah jalan. Namun karena ukurannya cukup besar dan sempat melilit papan reklame kecil di tepi jalan, proses evakuasi berlangsung hati-hati.
“Kami khawatir kalau ularnya panik bisa menyerang, jadi kami tutup dulu jalan satu arah agar aman,” kata Rahman, petugas keamanan lingkungan setempat.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Sektor Kebayoran Baru yang menerima laporan sekitar pukul 07.45 WIB segera datang ke lokasi dengan membawa peralatan penangkap ular. Setelah sekitar 15 menit proses evakuasi, ular sanca tersebut berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban.
Komandan regu Damkar, Sugianto, mengatakan ular tersebut merupakan jenis sanca kembang (Python reticulatus) dengan panjang sekitar 3,8 meter dan berat lebih dari 25 kilogram.
“Ularnya cukup besar dan kuat, tapi tidak agresif. Kemungkinan keluar dari saluran air besar di bawah jalan setelah hujan deras tadi malam,” jelas Sugianto.
Diduga Keluar dari Gorong-gorong Akibat Hujan
Menurut penuturan petugas Damkar, kemunculan ular besar di area perkotaan bukanlah hal baru, terutama setelah hujan deras mengguyur wilayah Jakarta. Ular sanca sering kali mencari tempat yang lebih kering atau hangat, sehingga keluar ke jalan atau area pemukiman.
“Mereka biasanya keluar saat air gorong-gorong naik. Bisa jadi habitatnya terganggu karena banjir kecil di saluran air,” tambahnya.
Ular tersebut kemudian dimasukkan ke dalam karung khusus dan dibawa ke pos penyelamatan hewan liar Damkar Jaksel untuk sementara waktu sebelum akan diserahkan ke pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta.
Lalu Lintas Sempat Tersendat
Kejadian ini menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Raya Fatmawati arah ke Pondok Labu sempat tersendat sekitar 30 menit. Banyak pengendara berhenti di pinggir jalan untuk melihat proses penangkapan ular, sementara sebagian lainnya memilih memutar arah untuk menghindari lokasi.
“Saya sempat terlambat masuk kerja karena semua kendaraan berhenti. Tapi ya wajar juga, siapa yang nggak kaget lihat ular segede itu di jalan raya,” kata Rizky (29), karyawan yang melintas saat kejadian.
Setelah ular berhasil diamankan, petugas Damkar dan Satpol PP dibantu polisi lalu lintas segera menertibkan pengguna jalan dan membuka kembali arus kendaraan.
Warga Diimbau Waspada
Menanggapi kejadian ini, pihak Damkar Jakarta Selatan mengimbau warga agar tetap waspada, terutama saat musim hujan. Ular sanca merupakan hewan liar yang bisa muncul di pemukiman padat, terutama di sekitar sungai, saluran air besar, atau area yang banyak tikus — salah satu mangsa utama ular tersebut.
“Jika menemukan ular di lingkungan rumah atau jalan, jangan panik dan jangan coba menangkap sendiri. Segera hubungi Damkar di nomor 112 agar kami bisa menanganinya dengan aman,” tegas Sugianto.
Ia juga menambahkan bahwa sepanjang tahun 2025, Damkar Jakarta Selatan telah mengevakuasi lebih dari 150 ekor ular dari berbagai lokasi, mulai dari rumah warga, sekolah, hingga area perkantoran. Jenis ular yang paling sering ditemukan adalah ular sanca dan ular hijau ekor panjang.
Fenomena Alam di Tengah Kota
Banyak lahan kosong yang dulunya rawa atau sawah kini berubah menjadi permukiman padat dan jalan raya.
“Sanca adalah hewan yang pandai beradaptasi. Mereka bisa hidup di selokan besar, gorong-gorong, bahkan di bawah bangunan. Tapi ketika air naik atau habitat terganggu, mereka mencari jalan keluar — dan kadang muncul di tempat tak terduga seperti jalan raya,” jelasnya.
Heru juga mengingatkan bahwa meski tidak berbisa, ular sanca memiliki lilitan kuat dan bisa berbahaya jika merasa terancam. Oleh karena itu, masyarakat disarankan tidak mendekati atau memprovokasi hewan tersebut jika terlihat.
Penutup
Insiden kemunculan ular sanca di jalanan Jakarta Selatan ini menjadi pengingat bahwa kehidupan liar masih ada di tengah padatnya kota. Kejadian ini sekaligus menegaskan pentingnya menjaga lingkungan dan sistem drainase agar hewan-hewan liar tidak kehilangan habitatnya.

![IMG-20251214-WA0031[1] Komisi II DPR Minta](https://litin.net/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251214-WA00311-148x111.jpg)
![HC1VgBN9Dv[1]](https://litin.net/wp-content/uploads/2025/12/HC1VgBN9Dv1-148x111.jpg)
![salah-ekitike_d44c857[1] 5 Pelajaran Laga](https://litin.net/wp-content/uploads/2025/12/salah-ekitike_d44c8571-148x111.jpg)
![t_693cf62027f52[1]](https://litin.net/wp-content/uploads/2025/12/t_693cf62027f521-148x111.png)
![IMG-20251211-WA0075-2070838001[1]](https://litin.net/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251211-WA0075-20708380011-148x111.webp)
![video-memperlihatkan-satu-orangutan-diberikan-makan-dan-minum-di-tengah-hutan-tangkapan-layar-video-viral-1763535823373_169[1]](https://litin.net/wp-content/uploads/2025/11/video-memperlihatkan-satu-orangutan-diberikan-makan-dan-minum-di-tengah-hutan-tangkapan-layar-video-viral-1763535823373_1691-148x111.jpeg)
![20241119193729-kesambar-petir-ok[1]](https://litin.net/wp-content/uploads/2025/11/20241119193729-kesambar-petir-ok1-148x111.webp)