, ,

Rutin ke CFD Sudirman Warga Rempoa Ajak Ular Peliharaan untuk Edukasi Reptil

oleh -201 Dilihat
oleh
Rutin ke CFD Sudirman

Rutin ke CFD Sudirman Warga Rempoa Ajak Ular Peliharaan untuk Edukasi Reptil

Sei Rampah – Rutin ke CFD Sudirman  Di tengah hiruk-pikuk suasana Car Free Day (CFD) yang ramai di Jalan Sudirman, Jakarta, seorang pria asal Rempoa, Tangerang, telah menjadi pusat perhatian dengan cara yang unik. Setiap minggu, ia rutin datang ke CFD dengan membawa ular peliharaannya untuk memperkenalkan dunia reptil kepada masyarakat. Aksi ini bukan sekadar sebagai hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya edukasi mengenai pentingnya pelestarian dan pemahaman tentang hewan yang sering dianggap menakutkan ini.

1. Misi Edukasi Reptil di Tengah Keramaian CFD

Budi Santosa, warga Rempoa yang memiliki ketertarikan khusus pada reptil, sudah lama menjadi penggemar ular. Namun, alih-alih menyembunyikan minatnya, ia memilih untuk berbagi pengetahuan dengan orang lain, terutama anak-anak dan keluarga yang sering datang ke CFD Sudirman. Setiap akhir pekan, Budi mengajak ular peliharaannya, yang dikenal dengan nama Raja, untuk berjalan-jalan di sepanjang trotoar yang dipenuhi pejalan kaki.

Ular python yang ia bawa bukanlah ular berbahaya, tetapi salah satu jenis ular yang lebih jinak dan mudah dipelihara. Budi sengaja memilih ular yang tidak menakutkan untuk memberikan kesempatan kepada pengunjung CFD, terutama anak-anak, untuk lebih dekat dan tidak merasa takut. Hal ini juga menjadi kesempatan bagi Budi untuk memberikan pengetahuan yang lebih luas tentang reptil, terutama mengenai peran penting ular dalam ekosistem.

“Saya ingin orang-orang tahu bahwa ular itu tidak selalu berbahaya. Banyak orang yang takut hanya karena kurang informasi. Dengan membawa ular ke sini, saya harap bisa memberi edukasi dan mengubah persepsi mereka,” kata Budi dengan senyuman hangat.

2. Membangun Kesadaran Akan Pentingnya Reptil dalam Ekosistem

Ular, sebagai salah satu bagian dari kelompok reptil, seringkali dianggap sebagai hewan yang menakutkan dan berbahaya. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa ular memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Beberapa spesies ular, seperti python dan boa, berfungsi sebagai pengontrol populasi hama seperti tikus dan serangga. Tanpa ular, populasi hama dapat berkembang pesat, yang pada gilirannya dapat merusak tanaman dan sumber daya alam lainnya.

Budi berharap melalui interaksi langsung dengan ular peliharaannya, masyarakat dapat memahami bahwa keberadaan ular tidak hanya aman, tetapi juga penting untuk keberlanjutan alam. Dengan memperkenalkan ular peliharaan di CFD, ia ingin membangun kesadaran akan perlunya melindungi reptil ini, bukan menakut-nakutinya atau bahkan membunuhnya saat menemui mereka di alam bebas.

“Ular itu juga makhluk hidup yang berhak dilindungi. Kita harus menjaga mereka, bukan justru menyingkirkan mereka hanya karena rasa takut yang tidak berdasar,” tambah Budi.Keliling Sekolah di Jakarta, Komunitas Ini Beri Edukasi soal Reptil

Baca Juga: Duo Jebolan Liga Thailand Siap Bocorkan Kekuatan Ratchaburi FC untuk Persib

3. Mengajak Anak-Anak untuk Lebih Peduli pada Alam

Salah satu tujuan utama Budi adalah mendekatkan anak-anak pada dunia reptil. Banyak orang tua yang tertarik untuk membawa anak-anak mereka berkunjung dan melihat ular secara langsung. Melihat ular dari jarak dekat memberikan kesempatan bagi mereka untuk menghilangkan ketakutan dan memahami perilaku serta ciri khas ular yang sebenarnya sangat menarik.

Setiap kali Budi hadir di CFD dengan ular peliharaannya, ia mengajak anak-anak untuk berinteraksi, memegang, atau bahkan sekadar mengamati ular secara dekat. Tak jarang, anak-anak yang awalnya takut atau merasa cemas menjadi tertarik dan mulai bertanya-tanya lebih banyak tentang ular. Budi dengan sabar menjelaskan berbagai jenis ular, habitat mereka, serta cara merawat ular dengan aman.

“Anak-anak seringkali lebih penasaran dan terbuka terhadap hal-hal baru. Ini kesempatan bagus untuk mengajarkan mereka tentang pentingnya hewan-hewan seperti ular, yang tidak hanya menyeramkan, tetapi juga memiliki banyak manfaat bagi alam sekitar,” ujar Budi.

4. Rutin ke CFD Sudirman Ular Peliharaan yang Ramah dan Terlatih

Budi tidak hanya membawa ular sembarangan. Raja, ular python yang ia bawa, sudah dilatih dengan baik dan cukup jinak. Ular ini telah terbiasa berinteraksi dengan orang-orang dan tidak agresif, sehingga aman untuk didekati. Hal ini sangat penting, mengingat ada beberapa orang yang masih menganggap ular sebagai hewan yang sulit diprediksi atau bahkan berbahaya.

Melalui pelatihan yang tepat, Budi berhasil membuat Raja lebih bersahabat dengan manusia. Ular tersebut terbiasa dengan kehadiran banyak orang dan tidak terganggu dengan keramaian di sekitarnya. Dengan cara ini, pengunjung CFD dapat melihat langsung bahwa ular yang terlihat menakutkan ternyata bisa jinak dan tidak perlu ditakuti.

“Saya selalu pastikan ular saya dalam keadaan nyaman dan tidak stres. Jika ular merasa tenang, mereka akan lebih mudah berinteraksi dengan orang lain tanpa ada masalah,” kata Budi yang memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam merawat ular.

5. Respon Positif dari Pengunjung CFD

Tindakannya yang unik ini mendapatkan respon positif dari banyak pengunjung CFD Sudirman. Banyak orang yang merasa terkejut dan kagum melihat ular peliharaan Budi dengan penuh perhatian dan rasa ingin tahu. Beberapa orang bahkan mengajak anak-anak mereka untuk berfoto bersama ular, yang menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi mereka.

“Saya awalnya takut, tapi setelah melihat ular ini dari dekat, saya merasa lebih tenang. Budi memberikan penjelasan yang baik, dan saya jadi lebih paham tentang ular,” ujar salah seorang pengunjung CFD, Siti, ibu dari dua anak, yang baru saja mengajak anak-anaknya berinteraksi dengan ular Raja.

Budi juga mencatat bahwa semakin banyak orang yang datang untuk belajar dan melihat ular, terutama setelah mereka merasa lebih terbuka tentang hewan yang selama ini dianggap menyeramkan. Selain itu, banyak yang juga memberikan dukungan terhadap inisiatif Budi dalam memberikan edukasi terkait reptil.

6. Rutin ke CFD Sudirman Meningkatkan Kepedulian terhadap Pelestarian Reptil

Aksi Budi Santosa di CFD Sudirman bukan hanya tentang memperkenalkan ular sebagai hewan peliharaan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pelestarian reptil di Indonesia. Banyak spesies ular yang terancam punah karena perburuan ilegal dan kerusakan habitat mereka.

7. Kesimpulan: Edukasi yang Menyenangkan dan Bermanfaat

Aksi Budi Santosa dengan membawa ular peliharaannya ke CFD Sudirman telah berhasil mengubah persepsi banyak orang tentang reptil, terutama ular. Lewat pendekatan yang ramah dan edukatif, ia memberikan pengalaman baru bagi masyarakat, khususnya anak-anak, untuk lebih mengenal dan memahami dunia reptil yang jarang mendapatkan perhatian.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.