, ,

Qatar Sering Jadi Mediator Konflik di Timur Tengah

oleh -617 Dilihat
oleh

Sei Rampah – Qatar Sering Jadi Mediator dikenal sebagai negara kecil di kawasan Teluk, namun memainkan peran besar dalam diplomasi internasional, terutama di kawasan Timur Tengah.

Dalam dua dekade terakhir, Qatar kerap tampil sebagai mediator utama dalam berbagai konflik antarnegara maupun konflik internal di negara-negara Arab.

Peran ini tidak datang secara tiba-tiba. Sejak awal 2000-an, Qatar secara aktif mengembangkan kebijakan luar negeri yang berfokus pada soft power dan diplomasi multiarah.

Strategi tersebut menjadikan Doha, ibu kota Qatar, sebagai pusat diplomasi regional yang sering menjadi tempat perundingan rahasia maupun terbuka.

Qatar Sering Jadi Mediator
Qatar Sering Jadi Mediator

Salah satu contoh paling menonjol adalah peran Qatar dalam perundingan damai antara faksi Palestina Hamas dan Fatah.

 

Baca Juga : Jokowi Sungkem Sambut Kedatangan Abu Bakar Ba’asyir

Qatar juga menjadi tuan rumah pembicaraan antara AS dan Taliban, yang akhirnya menghasilkan kesepakatan penarikan pasukan AS dari Afghanistan pada 2020.

Selain itu, Doha sering menjadi perantara dalam konflik Sudan, Lebanon, Yaman, dan bahkan antara Iran dan negara-negara Teluk lainnya.

Salah satu kekuatan utama Qatar dalam berperan sebagai mediator adalah posisi netral yang relatif diterima oleh semua pihak bertikai.

Negara ini juga memiliki sumber daya keuangan yang sangat besar, memungkinkan mereka menawarkan bantuan kemanusiaan atau bantuan rekonstruksi pascakonflik sebagai bagian dari solusi.

Qatar memanfaatkan diplomasi media melalui jaringan Al Jazeera untuk memengaruhi opini publik regional dan internasional.

Namun peran tersebut juga bukan tanpa risiko. Banyak negara menuduh Qatar bermain dua kaki, yakni menjadi mediator sambil menjaga hubungan dengan kelompok-kelompok kontroversial.

Misalnya, hubungan dekat Qatar dengan Hamas dan Taliban pernah menuai kecaman dari negara-negara Barat dan Arab konservatif.

Pada 2017, Qatar sempat mengalami blokade diplomatik dan ekonomi dari Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir, yang menuduhnya mendukung terorisme — tuduhan yang dibantah keras oleh Doha.

Meski diisolasi, Qatar tetap mempertahankan kebijakan luar negerinya yang independen dan fokus pada peran juru damai Setelah blokade dicabut

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.