, ,

Populasi Lutung Jawa di Lereng Gunung Arjuno Turun Drastis

oleh -164 Dilihat
oleh
Populasi Lutung Jawa

Populasi Lutung Jawa di Lereng Gunung Arjuno Turun Drastis, Perlindungan Diperlukan

Sei Rampah  – Populasi lutung jawa (Trachypithecus auratus), primata endemik yang hanya dapat ditemukan di pulau Jawa, mengalami penurunan yang signifikan di kawasan Lereng Gunung Arjuno, Malang, Jawa Timur. Berdasarkan penelitian terbaru, diperkirakan jumlah lutung jawa di kawasan tersebut turun hingga lebih dari 50% dalam dekade terakhir, yang memicu kekhawatiran di kalangan para ahli konservasi.

Lutung jawa, yang dikenal dengan warna bulunya yang mencolok dan kelakuan sosialnya yang unik, sebelumnya ditemukan dalam jumlah yang cukup banyak di hutan-hutan di kaki Gunung Arjuno. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, ancaman terhadap habitat alami mereka, seperti perusakan hutan, perburuan liar, dan konversi lahan untuk pertanian dan pemukiman, membuat populasi primata ini terancam punah.

Penurunan Populasi yang Mengkhawatirkan

Menurut Tim Peneliti Lembaga Konservasi Alam Jawa Timur (LKA-JT), yang telah melakukan survei terhadap habitat lutung jawa di Lereng Gunung Arjuno, populasi primata tersebut mengalami penurunan drastis dari sekitar 1.000 ekor pada tahun 2010 menjadi hanya sekitar 400 ekor pada 2025.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi populasi lutung jawa di kawasan ini. Penurunan jumlah mereka sangat mencolok, dan jika tidak segera dilakukan upaya konservasi yang lebih serius, mereka bisa terancam punah di wilayah ini dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Dr. Iwan Setiawan, ketua tim peneliti dari LKA-JT.

Penurunan populasi lutung jawa juga mengindikasikan kerusakan lebih lanjut pada ekosistem hutan di kawasan tersebut. Lutung jawa adalah indikator kesehatan ekosistem hutan tropis, dan berkurangnya jumlah mereka menunjukkan adanya masalah besar yang harus segera diatasiPopulasi Lutung Jawa di Lereng Arjuna Turun Drastis

Baca Juga: Mahfud MD Ajak Pejabat Pamekasan Patuh Hukum dan Dukung Indonesia Emas 2045

Ancaman Terhadap Habitat Lutung Jawa

Salah satu penyebab utama penurunan populasi lutung jawa di lereng Gunung Arjuno adalah perusakan hutan. Aktivitas ilegal seperti penebangan liar dan konversi hutan menjadi lahan pertanian atau pemukiman telah mengurangi luas area yang dapat dihuni oleh lutung jawa. Selain itu, kerusakan hutan akibat kebakaran dan penanaman tanaman komersial juga semakin memperburuk kondisi habitat alami mereka.

“Lutung jawa sangat bergantung pada ekosistem hutan tropis yang sehat. Ketika hutan dihancurkan atau terganggu, mereka kehilangan tempat tinggal, dan ini memaksa mereka untuk mencari tempat baru yang seringkali tidak sesuai dengan kebutuhan hidup mereka,” jelas Dr. Setiawan.

Selain itu, aktivitas perburuan juga menjadi ancaman besar bagi kelangsungan hidup lutung jawa. Meskipun sudah ada larangan perburuan terhadap satwa dilindungi, praktik ilegal ini masih terus terjadi di beberapa daerah di sekitar lereng Gunung Arjuno. Lutung jawa sering kali menjadi sasaran perburuan untuk dijadikan peliharaan atau objek perdagangan ilegal.

Upaya Perlindungan yang Diperlukan

Untuk menghentikan penurunan populasi lutung jawa di kawasan ini, para ahli konservasi meminta perhatian lebih dari pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait. Beberapa langkah yang dianggap penting untuk dilakukan antara lain:

Penguatan Kawasan Konservasi
Perlindungan kawasan hutan yang menjadi habitat lutung jawa harus diperketat dengan memperbanyak patroli dan pengawasan untuk mencegah perburuan ilegal dan kerusakan hutan. Pemerintah dan lembaga konservasi diminta untuk meningkatkan tindak lanjut terhadap pelanggaran hukum yang merusak habitat alami satwa liar.

Restorasi Hutan
Upaya untuk memulihkan hutan yang rusak menjadi hal yang sangat mendesak. Restorasi habitat dengan menanam pohon-pohon asli dan memperbaiki keseimbangan ekosistem akan membantu meningkatkan kualitas hidup lutung jawa di lereng Gunung Arjuno.

Edukasi dan Keterlibatan Masyarakat
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk melindungi lutung jawa adalah dengan melibatkan masyarakat sekitar dalam upaya konservasi. Program-program edukasi lingkungan dan pelibatan masyarakat dalam menjaga hutan akan meningkatkan kesadaran dan mengurangi ancaman terhadap habitat lutung jawa.

Koridor Satwa
Membangun koridor satwa yang menghubungkan area hutan-hutan terpisah akan memberikan lutung jawa ruang untuk bergerak dan menemukan habitat yang lebih aman. Ini sangat penting untuk menjaga kelangsungan hidup spesies yang terancam punah seperti lutung jawa.

Peran Lembaga Konservasi dan Pemerintah

Lembaga konservasi seperti LKA-JT dan WWF Indonesia terus bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk melakukan pemantauan populasi dan memberikan rekomendasi tentang langkah-langkah konservasi yang lebih efektif. Mereka juga bekerja dengan pihak-pihak terkait, termasuk masyarakat lokal, untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi tekanan terhadap habitat alami lutung jawa.

Namun, para ahli mengingatkan bahwa upaya konservasi yang lebih besar dan lebih terkoordinasi diperlukan untuk menyelamatkan lutung jawa dari ancaman kepunahan. Pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat peraturan pelestarian alam dan memperbaiki manajemen kawasan hutan untuk mendukung kelangsungan hidup satwa-satwa endemik seperti lutung jawa.

Kesimpulan

Penurunan drastis populasi lutung jawa di lereng Gunung Arjuno menjadi peringatan keras akan pentingnya melindungi habitat alami satwa liar. Perusakan hutan, perburuan ilegal, dan konversi lahan merupakan ancaman yang harus segera diatasi agar lutung jawa tidak kehilangan tempat tinggal dan dapat berkembang biak dengan aman. Upaya bersama dari pemerintah, lembaga konservasi, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mengembalikan keseimbangan ekosistem dan memastikan bahwa lutung jawa tetap bisa hidup di alam liar, sesuai dengan perannya sebagai satwa yang melambangkan keberagaman hayati pulau Jawa.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.