, , ,

Polda Sumut Kirim Logistik Tambahan untuk Wilayah Terdampak

oleh -210 Dilihat
oleh
Anggota DPR Usulkan

Seirampah – Polda Sumut Kirim Logistik terus memperkuat upaya bantuan bagi korban banjir yang melanda sejumlah wilayah di provinsi ini. Untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak, Polda Sumut mengirimkan logistik tambahan berupa bahan makanan, pakaian, obat-obatan, dan perlengkapan darurat lainnya ke daerah-daerah yang paling parah terendam banjir. Bantuan ini diharapkan bisa segera sampai kepada para pengungsi yang saat ini tinggal di tempat penampungan sementara, serta memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat yang terisolasi akibat banjir.

Dampak Banjir di Sumut: Ribuan Warga Terpaksa Mengungsi

Banjir yang melanda beberapa daerah di Sumut, termasuk Medan, Binjai, Deli Serdang, Langkat, dan Aceh Timur, telah menyebabkan ribuan rumah terendam air dan mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah. Lebih dari 50.000 warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman akibat banjir yang melanda rumah mereka. Banyak pengungsi yang tinggal di balai desa, sekolah, maupun posko pengungsian lainnya.

Kondisi pengungsian sangat memprihatinkan. Selain kekurangan pasokan makanan, banyak warga yang mengeluhkan minimnya perlengkapan medis dan kebutuhan sehari-hari yang harus mereka penuhi. Tidak hanya itu, warga juga harus menghadapi masalah sanitasi dan kebersihan yang buruk, karena beberapa fasilitas pengungsian tidak memiliki air bersih yang cukup dan toilet yang layak.

Polda Sumut Kirim Logistik
Polda Sumut Kirim Logistik

“Kami sangat bersyukur atas bantuan yang datang. Bantuan logistik ini sangat berarti untuk bertahan hidup, terutama bagi anak-anak dan orang tua. Namun, kami masih sangat membutuhkan banyak bantuan, terutama untuk obat-obatan dan pakaian hangat,” ujar Siti, seorang pengungsi di Kecamatan Percut Sei Tuan, yang juga menjadi salah satu titik terparah dampak banjir.

Baca Juga :  Banjir Desa Sei Rampah: Ratusan Warga Mengungsi Setelah Tanggul Jebol

Polda Sumut Kirimkan Bantuan Logistik

Menanggapi situasi tersebut, Polda Sumut segera bergerak cepat dengan mengirimkan logistik tambahan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar para korban banjir. Bantuan logistik tersebut meliputi beras, mi instan, air mineral, pakaian layak pakai, selimut, masker, serta obat-obatan dan perlengkapan medis yang diperlukan untuk menangani korban yang sakit.

Kapolda Sumut, Irjen Pol. Agus Andrianto, mengungkapkan bahwa Polda Sumut tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga memberikan dukungan dalam upaya kemanusiaan pasca-bencana. “Kami telah mengerahkan tim logistik yang terdiri dari anggota polisi dan relawan untuk mendistribusikan bantuan ke wilayah yang paling membutuhkan. Bantuan ini diharapkan bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang menghadapi ujian berat akibat banjir,” ujar Irjen Pol. Agus Andrianto dalam pernyataannya.

Polda Sumut juga memastikan bahwa bantuan sampai ke lokasi dengan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang terdampak.

Distribusi Bantuan Menggunakan Kendaraan Dinas dan Perahu

Oleh karena itu, Polda Sumut mengerahkan berbagai kendaraan dinas, termasuk truk pengangkut logistik dan perahu karet, untuk membawa bantuan ke lokasi-lokasi yang lebih terpencil dan terisolasi.

“Jalan-jalan utama menuju beberapa kecamatan terputus akibat banjir. Untuk itu, kami menggunakan perahu dan kendaraan roda dua untuk mencapai lokasi-lokasi yang belum bisa dijangkau kendaraan besar. Kami juga bekerja sama dengan TNI dan Basarnas untuk memastikan bantuan sampai ke tempat tujuan,” tambah Kapolda.

Selain mengirimkan bantuan, Polda Sumut juga menurunkan personel untuk membantu evakuasi warga dari wilayah yang terisolasi dan memfasilitasi pengungsi untuk menuju tempat yang lebih aman. Beberapa titik pengungsian yang berada di lokasi rawan banjir, seperti di kawasan Deli Serdang dan Langkat, juga mendapatkan perhatian khusus.

Kolaborasi Antar Instansi

Proses penanganan bencana banjir di Sumut melibatkan banyak pihak, termasuk pemerintah daerah, TNI, Basarnas, BPBD, serta berbagai lembaga sosial dan kemanusiaan.

Selain itu, Polda Sumut juga telah mendirikan posko-posko bantuan di beberapa titik strategis untuk memberikan informasi dan koordinasi antara masyarakat dan petugas yang bertugas. “Kami juga membuka jalur komunikasi 24 jam untuk menerima laporan dari masyarakat terkait kondisi di lapangan dan memastikan bantuan bisa segera dikirimkan,” ujar Irjen Pol. Agus Andrianto.

Dampak Jangka Panjang dan Upaya Pemulihan

Banjir besar ini tidak hanya berdampak pada kehidupan masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga memiliki dampak jangka panjang, terutama terhadap ekonomi dan infrastruktur. Banyak usaha kecil yang hancur, tanaman pertanian rusak, dan rumah-rumah warga mengalami kerusakan parah. Pemulihan ekonomi akan membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Setelah bencana ini, kami juga akan fokus pada upaya pemulihan ekonomi masyarakat, seperti memberikan bantuan modal bagi para pelaku usaha kecil, serta membantu warga untuk memperbaiki rumah mereka yang rusak. Kami juga berharap pemerintah daerah bisa segera membangun infrastruktur yang rusak, termasuk jalan dan jembatan yang terputus akibat banjir,” tambah Kapolda Sumut.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.