, ,

Pemuda Aceh Kasih Makan Minum Orangutan BKSDA Telusuri Lokasinya

oleh -332 Dilihat
oleh

SEirampah – Pemuda Aceh Kasih Makan yang memberi makan dan minuman kepada seekor orangutan liar mendadak viral di media sosial. Aksi tersebut langsung memicu perhatian banyak pihak, terutama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, karena orangutan termasuk satwa liar yang dilindungi secara hukum. Kini, BKSDA sedang melakukan pelacakan untuk memastikan lokasi kejadian, identitas pelaku, hingga kondisi satwa tersebut.

Video Viral: Orangutan Dikasih Roti dan Minuman Kemasan

Dalam video yang beredar, tampak seorang pemuda berdiri cukup dekat dengan seekor orangutan yang berada di tepi jalan atau kawasan hutan. Pemuda tersebut terlihat memberikan roti serta minuman kemasan, sementara orangutan itu menerimanya dengan santai.

Pemuda Aceh Kasih Makan
Pemuda Aceh Kasih Makan

Baca Juga :  Pengantin Baru di Lampung Tewas Tersambar Petir di Kamar Saat Istri Main HP

“Lucu sih, tapi berbahaya. Orangutan itu kan bukan hewan peliharaan,” tulis salah satu pengguna media sosial.

BKSDA Aceh Bereaksi: Memberi Makan Satwa Liar Bisa Berakibat Fatal

Satwa seperti orangutan memiliki pola makan alami di alam dan tubuhnya tidak selalu cocok dengan makanan manusia.

“Kami sedang menyelidiki lokasi kejadian.

Selain itu, kedekatan jarak antara manusia dan satwa liar dapat memicu interaksi berbahaya. Orangutan yang terlihat jinak bisa saja tiba-tiba agresif, dan sebaliknya, satwa bisa tertular penyakit manusia.

BKSDA Telusuri Lokasi dan Identitas Pemuda

Tim BKSDA kini turun ke lapangan untuk mengetahui secara pasti di mana rekaman itu dibuat.

“Kami menghimpun informasi dari masyarakat dan memeriksa area yang dicurigai sebagai lokasi video. Jika pelaku dapat kami identifikasi, kami akan memberikan pembinaan,” kata seorang petugas.

Selain itu, BKSDA berencana memastikan kondisi orangutan yang terekam dalam video, mengingat interaksi dekat dengan manusia bisa mempengaruhi kesehatannya.

Mengapa Memberi Makan Orangutan Itu Berbahaya?

Para ahli menjelaskan bahwa tindakan memberi makan satwa liar dapat berdampak serius, antara lain:

1. Mengubah perilaku alami satwa

Orangutan bisa terbiasa mendekati manusia untuk mencari makanan sehingga kehilangan kemampuan mencari makan di alam.

2. Berbahaya bagi manusia

Orangutan memiliki kekuatan fisik luar biasa. Jika merasa terancam, hewan tersebut dapat menyerang.

3. Risiko penyakit

Ada potensi penularan penyakit, baik dari manusia ke orangutan, maupun sebaliknya.

4. Pelanggaran hukum

Warga Diminta Tidak Mengulangi Perbuatan Serupa

Ke depan, BKSDA berharap masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan lebih berhati-hati jika bertemu satwa liar. Mereka mengimbau agar warga:

  • Tidak memberikan makanan atau minuman,

  • Tidak mendekat atau berfoto dari jarak terlalu dekat,

  • Tidak memancing satwa untuk keluar dari habitatnya,

  • Melapor jika melihat orangutan terlalu sering muncul di area permukiman.

“Kami mengajak masyarakat untuk menjaga satwa liar bersama-sama. Interaksi yang salah bisa berdampak panjang pada kelestarian orangutan,” ujar BKSDA.

Masyarakat Dukung Penelusuran BKSDA

Banyak warganet mendukung langkah BKSDA Aceh untuk turun tangan.

“Semoga cepat ditindaklanjuti. Orangutan itu aset alam Aceh yang harus dijaga,” tulis seorang warga.

Penutup

Kasus pemuda Aceh yang memberi makan orangutan ini menjadi pengingat pentingnya edukasi masyarakat seputar pentingnya menjaga satwa liar. BKSDA kini terus menelusuri lokasi dan memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang demi keamanan satwa dan manusia.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.