Seirampah – Pemkab Bener Meriah Provinsi Aceh, resmi memperpanjang masa tanggap darurat bencana hingga 23 Desember 2025.
Perpanjangan masa tanggap darurat ini juga bertujuan untuk memastikan pemulihan yang lebih baik dan memberikan bantuan lebih lanjut bagi masyarakat yang terdampak.
Bencana banjir yang melanda wilayah Bener Meriah pada awal Desember 2025 disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi selama beberapa hari berturut-turut. Banyak daerah di Bener Meriah, yang terletak di wilayah dataran tinggi Aceh, terendam air, menyebabkan ribuan rumah terendam, jalan-jalan utama putus, dan ribuan warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Keputusan Perpanjangan Masa Tanggap Darurat
Dalam rapat koordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, serta instansi terkait, Bupati Bener Meriah, Drs. H. Sarkawi, mengumumkan bahwa masa tanggap darurat akan diperpanjang hingga 23 Desember 2025. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan banyaknya korban terdampak dan luasnya wilayah yang masih memerlukan bantuan serta pemulihan pasca-bencana.
“Masyarakat yang terdampak banjir masih membutuhkan perhatian serius, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, air bersih, dan tempat tinggal sementara. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk memperpanjang masa tanggap darurat hingga 23 Desember,” ujar Bupati Sarkawi dalam konferensi pers yang diadakan pada Senin (8/12/2025).
Dampak Banjir dan Kerusakan Infrastruktur

Baca Juga : Pelaku Ekraf Riau Memilih antara Ekspresi Seni atau Fokus Ekonomi
Sejak hujan deras yang mulai turun pada awal Desember, sejumlah kecamatan di Bener Meriah, seperti Kecamatan Bukit, Timang Gajah, dan Syiah Utama, mengalami kerusakan parah. Hujan lebat disertai dengan longsoran tanah dan meluapnya sungai-sungai besar membuat banyak rumah terendam, dan beberapa infrastruktur vital seperti jalan utama dan jembatan rusak atau terputus.
Berdasarkan laporan dari BPBD Bener Meriah, lebih dari 1.500 rumah warga terendam banjir, dengan lebih dari 4.000 orang terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Selain itu, beberapa desa juga mengalami kerusakan parah pada fasilitas umum, seperti rumah sakit, sekolah, dan kantor pemerintahan, yang ikut terdampak banjir. Warga yang terdampak kini menghadapi kesulitan dalam mengakses kebutuhan dasar mereka, seperti bahan pangan, air bersih, dan obat-obatan.
Selain kerusakan fisik, banyak warga yang kehilangan hasil pertanian mereka, seperti tanaman kopi, cabai, dan sayuran, yang rusak akibat terendam banjir. “Sektor pertanian di sini sangat terpengaruh. Banyak petani yang terpaksa kehilangan hasil panen karena tanaman mereka terendam air. Ini menjadi tantangan besar bagi kami dalam proses pemulihan nanti,” kata Zulkifli, salah satu petani di Kecamatan Bukit.
Fokus Pemulihan Pasca-Bencana
-
Penanganan Pengungsi dan Kebutuhan Dasar
-
Pemulihan Infrastruktur
Pemkab Bener Meriah telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan BPBD untuk segera memperbaiki jalan-jalan yang putus, membangun jembatan darurat, serta memperbaiki fasilitas umum yang rusak. -
Distribusi Bantuan Logistik
Pemkab Bener Meriah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk memastikan distribusi bantuan logistik seperti makanan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya berjalan lancar. -
Pembersihan dan Evakuasi Wilayah yang Terkena Longsor
Longsor yang terjadi di beberapa titik juga menjadi tantangan besar dalam proses pemulihan. Tim SAR dan relawan terus bekerja untuk membersihkan material longsoran dan membantu evakuasi warga dari daerah yang berisiko tinggi.
Keterlibatan Masyarakat dan Relawan
Masyarakat Bener Meriah turut berperan aktif dalam proses pemulihan. Warga yang terdampak banjir bekerja sama dengan relawan dan aparat pemerintah untuk membantu membersihkan rumah-rumah mereka yang terendam serta memperbaiki infrastruktur yang rusak. Banyak juga relawan yang datang dari luar daerah untuk membantu di lokasi-lokasi pengungsian dan distribusi bantuan.
Keterlibatan organisasi kemanusiaan dan relawan juga sangat penting dalam mengoptimalkan proses bantuan. Relawan dari berbagai lembaga sosial, seperti PMI (Palang Merah Indonesia) dan organisasi non-pemerintah (NGO), turut memberikan bantuan medis, mendirikan posko kesehatan, dan memberikan dukungan psikologis bagi warga yang terkena dampak bencana.
“Warga sangat membantu satu sama lain, kami bekerja bersama-sama untuk membersihkan rumah dan mengatur bantuan. Kami juga mengapresiasi peran relawan yang terus mendampingi kami di pengungsian,” ungkap Siti, seorang ibu yang mengungsi bersama anak-anaknya di salah satu posko pengungsian di Kecamatan Timang Gajah.
Antisipasi Bencana Lanjutan dan Waspada Cuaca Ekstrem
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, bersama dengan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), terus memantau perkembangan cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. Menurut prediksi cuaca, hujan lebat dan potensi longsor masih akan terus mengancam beberapa daerah di Bener Meriah dalam beberapa hari ke depan.
Bupati Sarkawi menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang.
Kami akan terus bekerja keras untuk memastikan pemulihan berjalan dengan baik,” tuturnya.
Rencana Pemulihan Jangka Panjang
Setelah masa tanggap darurat berakhir, Pemkab Bener Meriah juga merencanakan program pemulihan jangka panjang untuk mendukung kehidupan masyarakat yang telah terdampak. Pemerintah akan berfokus pada rehabilitasi rumah-rumah yang rusak, penyediaan bibit pertanian untuk petani yang kehilangan hasil panen, serta peningkatan infrastruktur yang lebih tahan terhadap bencana di masa depan.
“Kami berkomitmen untuk membantu warga kami pulih sepenuhnya setelah bencana ini. Selain pemulihan fisik, kami juga akan memprioritaskan pemulihan ekonomi bagi masyarakat, terutama petani yang terdampak oleh kerusakan pada hasil pertanian mereka,” kata Bupati Sarkawi.
Penutupan
Keputusan Pemkab Bener Meriah untuk memperpanjang masa tanggap darurat hingga 23 Desember 2025 adalah langkah penting dalam memastikan bahwa pemulihan pasca-bencana dapat berjalan dengan optimal. Dalam menghadapi tantangan besar ini, gotong-royong antara pemerintah, masyarakat, dan relawan menjadi kunci utama dalam membantu Bener Meriah bangkit kembali dari bencana yang menimpa.
Semoga bencana ini segera berlalu dan pemulihan dapat berjalan lancar, membawa harapan baru bagi masyarakat Bener Meriah.

![IMG-20251214-WA0031[1] Komisi II DPR Minta](https://litin.net/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251214-WA00311-148x111.jpg)
![HC1VgBN9Dv[1]](https://litin.net/wp-content/uploads/2025/12/HC1VgBN9Dv1-148x111.jpg)
![salah-ekitike_d44c857[1] 5 Pelajaran Laga](https://litin.net/wp-content/uploads/2025/12/salah-ekitike_d44c8571-148x111.jpg)
![t_693cf62027f52[1]](https://litin.net/wp-content/uploads/2025/12/t_693cf62027f521-148x111.png)
![IMG-20251211-WA0075-2070838001[1]](https://litin.net/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251211-WA0075-20708380011-148x111.webp)
![kapal[1]](https://litin.net/wp-content/uploads/2025/11/kapal1-148x111.jpg)
![113001-004-BE686DCB[1]](https://litin.net/wp-content/uploads/2025/11/113001-004-BE686DCB1-148x111.jpg)