Sei Rampah – Marcelo Jatuh Jika Anda mengenal Marcelo Vieira hanya sebagai bek kiri legendaris Real Madrid dengan lima gelar Liga Champions, maka Anda belum melihat sisi lain dari pria Brasil ini: seseorang yang diam-diam jatuh cinta… pada Bali.

Kunjungan santainya ke Pulau Dewata belum lama ini menyisakan lebih dari sekadar foto sunset di Instagram. Marcelo datang bukan sebagai bintang, tapi sebagai pelancong yang ingin menemukan ketenangan yang sulit ia temukan di lapangan hijau.
“Bali bukan cuma indah. Ada sesuatu di sini yang bikin saya ingin tinggal lebih lama,” ujarnya dalam wawancara singkat dengan media lokal saat ditemui di kawasan Uluwatu.
Baca Juga : Kantor Imigrasi Medan Berikan Layanan Prima Untuk Masyarakat Kabanjahe
Dari Bernabéu ke Bambu-Bambu Bali
Marcelo terlihat menikmati waktunya di berbagai lokasi ikonik:
-
Berlatih yoga di Ubud
-
Menikmati kopi Bali di Canggu
-
Berinteraksi hangat dengan anak-anak lokal di pantai Seminyak
Sosok yang biasanya garang di lapangan, justru tampil rileks dan penuh senyum. Ia bahkan sempat ikut melukis batik dan menyebut bahwa budaya Bali adalah “meditasi yang hidup.”
“Di Sini, Semua Orang Tersenyum”
Yang paling membuat Marcelo terkesan bukan hanya keindahan alam Bali, tetapi keramahan warganya.
“Saya bisa jalan tanpa dikejar kamera. Orang-orang di sini menghormati privasi, tapi tetap ramah. Itu luar biasa,” katanya.
Menurutnya, atmosfer Bali berbeda dari destinasi wisata lain yang pernah ia datangi. Ia merasa lebih “manusiawi dan diterima.”
Tak Lupa Bola, Tapi Kini Lebih Pelan
Meski liburan, Marcelo tak sepenuhnya lepas dari dunia sepak bola. Ia sempat menggelar coaching clinic dadakan di lapangan kecil milik sekolah lokal di Gianyar.
Anak-anak yang awalnya tak menyadari siapa dia, kemudian bersorak saat menyadari bahwa mereka sedang dilatih oleh mantan rekan satu tim Cristiano Ronaldo.
“Saya ingin anak-anak ini tahu, mimpi besar bisa lahir dari lapangan kecil,” ujarnya, sambil membagikan bola dan sepatu.
Masa Depan: Bali di Peta Hidup Marcelo?
Beberapa rumor menyebutkan bahwa Marcelo tengah menjajaki kemungkinan memiliki properti di Bali, atau bahkan membuka akademi sepak bola mini di kawasan selatan pulau.
Jika itu terjadi, maka Bali bukan hanya destinasi liburan baginya—tapi rumah kedua.
Penutup: Ketika Bali Memeluk Jiwa Seorang Juara
Marcelo mungkin telah memenangkan banyak trofi, mencetak assist dan gol-gol penting, dan menjadi legenda. Tapi di Bali, dia menemukan sesuatu yang tak bisa dimenangkan: ketenangan.

![IMG-20251214-WA0031[1] Komisi II DPR Minta](https://litin.net/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251214-WA00311-148x111.jpg)
![HC1VgBN9Dv[1]](https://litin.net/wp-content/uploads/2025/12/HC1VgBN9Dv1-148x111.jpg)
![salah-ekitike_d44c857[1] 5 Pelajaran Laga](https://litin.net/wp-content/uploads/2025/12/salah-ekitike_d44c8571-148x111.jpg)
![t_693cf62027f52[1]](https://litin.net/wp-content/uploads/2025/12/t_693cf62027f521-148x111.png)
![IMG-20251211-WA0075-2070838001[1]](https://litin.net/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251211-WA0075-20708380011-148x111.webp)
![G-tak-berpenghuni-pemprov-dki-jakarta-berencana-revitalisasi-rusun-marunda-ate[1]](https://litin.net/wp-content/uploads/2025/10/G-tak-berpenghuni-pemprov-dki-jakarta-berencana-revitalisasi-rusun-marunda-ate1-148x111.webp)
![teuku-rassya-1760800144236_43[1]](https://litin.net/wp-content/uploads/2025/10/teuku-rassya-1760800144236_431-148x111.jpeg)