, ,

Kunjungi Pengungsi di Bireuen Prabowo Rasakan Masakan di Dapur Umum

oleh -292 Dilihat
oleh

Seirampah – Kunjungi Pengungsi Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengunjungi lokasi pengungsian di Kabupaten Bireuen, Aceh, yang terdampak bencana banjir dan longsor beberapa hari lalu. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo tak hanya meninjau kondisi pengungsi dan memberikan semangat kepada mereka, tetapi juga menyempatkan diri untuk merasakan masakan yang disiapkan di dapur umum yang dikelola oleh para relawan.

Kunjungan Prabowo ke Bireuen ini merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk memastikan bahwa bantuan dan perhatian kepada korban bencana terus berjalan lancar. Sejak bencana melanda, banyak warga yang terpaksa mengungsi dan tinggal di tenda-tenda darurat yang didirikan di berbagai titik pengungsian. Pemerintah, bersama dengan berbagai organisasi kemanusiaan dan relawan, berupaya untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, mulai dari makanan, air bersih, hingga layanan kesehatan.

Kunjungi Pengungsi Banjir dan Longsor di Bireuen: Dampak yang Memprihatinkan

Pada awal Desember 2025, Bireuen, yang terletak di pesisir utara Aceh, mengalami bencana banjir dan longsor yang cukup parah. Curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan sungai meluap dan longsoran tanah menghantam pemukiman warga. Ribuan rumah terendam, dan sejumlah titik infrastruktur, seperti jembatan dan jalan, hancur total. Ratusan warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Bireuen bukan satu-satunya daerah yang terdampak, namun kondisi di daerah ini tergolong sangat mengkhawatirkan. Hujan yang terus mengguyur memperburuk situasi, sementara banyak warga yang kini hidup di pengungsian sangat bergantung pada bantuan dari pemerintah dan masyarakat.

Kunjungi Pengungsi
Kunjungi Pengungsi

Baca Juga :  Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkot Batam Gandeng Pemkab Malang

“Ini adalah bencana yang cukup berat, namun kami akan bekerja keras untuk membantu para korban dan memastikan mereka mendapat perhatian yang layak. Saya mengapresiasi kerja keras para relawan dan petugas yang sudah terjun ke lapangan,” ujar Prabowo dalam pidatonya saat tiba di lokasi pengungsian

Dapur Umum: Penyediaan Makanan bagi Pengungsi

Salah satu tantangan besar pasca-bencana adalah memastikan kebutuhan pangan bagi para pengungsi. Dalam hal ini, dapur umum menjadi sangat penting untuk mendistribusikan makanan ke ribuan pengungsi yang tersebar di beberapa titik. Di Bireuen, dapur umum didirikan oleh pemerintah daerah, bersama dengan bantuan dari berbagai lembaga sosial dan relawan.

Prabowo yang turut hadir di dapur umum merasa terkesan dengan semangat dan dedikasi para relawan yang bekerja tanpa mengenal lelah. Saat tiba di dapur umum, Prabowo langsung disambut oleh para relawan yang tengah sibuk memasak dan menyiapkan makanan untuk pengungsi. Tak hanya itu, Prabowo pun sempat berbincang dengan mereka yang berada di dapur umum, serta mencicipi makanan yang disajikan.

“Saya ingin merasakan langsung bagaimana para pengungsi dan relawan hidup dan berjuang bersama di tengah bencana ini. Makanan yang disiapkan di sini memang sederhana, tapi ini sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” kata Prabowo setelah mencicipi masakan yang disajikan.

Masakan yang disiapkan di dapur umum terdiri dari bahan makanan yang mudah didapatkan, seperti nasi, sayur, dan lauk pauk sederhana. Meskipun demikian, kualitas dan kuantitas makanan ini sangat penting untuk menjaga stamina pengungsi selama proses evakuasi dan pemulihan.

Prabowo: Bantuan Pemerintah untuk Pemulihan Pasca-Bencana

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus memberikan perhatian serius kepada korban bencana di Bireuen dan daerah lainnya di Aceh. Pemerintah melalui berbagai instansi terkait, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, dan Polri, telah dikerahkan untuk memberikan bantuan darurat, baik berupa materi maupun tenaga.

Selain bantuan logistik, Prabowo juga menyatakan bahwa pemerintah akan fokus pada upaya pemulihan jangka panjang. Infrastruktur yang rusak akibat bencana, seperti jembatan, jalan raya, dan fasilitas umum lainnya, akan segera diperbaiki agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal.

“Pemulihan pasca-bencana memerlukan waktu, tetapi kami akan memastikan bahwa warga yang terdampak bisa kembali ke kehidupan mereka yang lebih baik. Pemerintah tidak akan meninggalkan mereka dalam keadaan sulit ini,” tambah Prabowo.

Dalam perjalanan kunjungannya, Prabowo juga menyempatkan diri untuk berbincang dengan beberapa pengungsi. Mereka mengungkapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah dan para relawan. Beberapa warga mengaku sangat terbantu dengan adanya dapur umum dan posko kesehatan yang didirikan di lokasi pengungsian.

Relawan dan Peran Masyarakat dalam Penanganan Bencana

Selain pemerintah, peran masyarakat dan relawan sangat besar dalam penanganan bencana di Bireuen.

Bagi para relawan, bekerja di tengah bencana adalah panggilan hati. Mereka tidak mengharapkan imbalan, melainkan semangat untuk membantu sesama yang sedang menghadapi musibah.

“Kami datang ke sini untuk memberikan yang terbaik bagi mereka yang membutuhkan. Kami senang bisa membantu, meskipun tantangannya sangat besar. Semua tenaga dan sumber daya kami kerahkan untuk membantu,” ujar Amir (29), salah satu relawan yang berasal dari Medan.

Pesan Prabowo: Bersatu Bangun Aceh

Dalam pidato penutupnya, Prabowo mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersatu dalam menghadapi tantangan besar ini. Dia menyebutkan bahwa semangat gotong royong yang terlihat selama penanggulangan bencana di Bireuen adalah contoh nyata bagaimana Indonesia sebagai bangsa besar bisa mengatasi berbagai ujian yang datang.

“Ini saatnya kita bersatu, saling membantu, dan menunjukkan bahwa dalam kesulitan, kita tetap bisa bersama. Pemerintah akan terus mengupayakan yang terbaik untuk masyarakat. Mari kita bergandengan tangan, karena Aceh dan seluruh Indonesia membutuhkan kita semua,” ujar Prabowo dengan tegas.

Kesimpulan: Kepedulian yang Membawa Harapan

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.