SeiRampah – Kemenag Soal Mushala Gempa bumi berkekuatan 6,5 magnitudo mengguncang wilayah Sumenep, Jawa Timur, pada Selasa pagi dan menyebabkan kerusakan parah di beberapa bangunan.
Salah satu lokasi terdampak terparah adalah sebuah pondok pesantren (ponpes) yang mengalami runtuh total saat para santri sedang melakukan aktivitas pagi.
Banyak korban dilaporkan terperangkap di bawah reruntuhan, dan proses evakuasi masih terus berlangsung hingga malam hari.
Menurut keterangan warga sekitar, bangunan utama ponpes roboh dalam hitungan detik setelah gempa mengguncang.
“Suara gemuruh seperti ledakan, lalu semuanya runtuh. Teriakan minta tolong terdengar dari dalam bangunan,” ujar Suhardi, warga desa setempat.

Baca Juga : Qatar Sering Jadi Mediator Konflik di Timur Tengah
BPBD Sumenep melaporkan bahwa sejauh ini ada 17 korban luka berat puluhan luka ringan, dan jumlah pasti korban terperangkap belum diketahui.
Petugas masih berusaha menembus puing-puing beton dengan alat berat dan manual, karena medan cukup sulit dijangkau.
Banyak santri yang berada di dalam ruang belajar saat kejadian tidak sempat menyelamatkan diri akibat guncangan yang tiba-tiba dan keras.
Getaran gempa juga menyebabkan atap dan dinding bangunan pondok runtuh menimpa mereka yang berada di dalam.
Beberapa korban yang berhasil dievakuasi dalam kondisi tidak sadarkan diri dan segera dilarikan ke Puskesmas terdekat.
Tim SAR gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan relawan kebencanaan telah dikerahkan sejak pagi dan terus bekerja tanpa henti.
Kondisi cuaca yang mulai hujan sore ini membuat proses pencarian korban semakin sulit dan berisiko longsor tambahan dari puing.
Warga sekitar ikut membantu secara sukarela dengan mengangkat reruntuhan ringan dan menyalurkan logistik untuk tim penyelamat.
Tangisan keluarga korban terdengar di sekitar lokasi kejadian, mereka berharap anggota keluarganya bisa segera ditemukan
Gubernur Jawa Timur menginstruksikan agar penanganan korban ponpes menjadi prioritas utama, mengingat jumlah santri yang cukup banyak.
“Kami akan kirim bantuan tambahan, termasuk tim trauma healing bagi anak-anak yang selamat,” ujar Gubernur dalam keterangan resminya.






![20151202image_5[1]](https://litin.net/wp-content/uploads/2025/09/20151202image_51-148x111.jpg)
![penambalan-lubang-di-flyover-pancoran-jaksel-dok-dinas-bina-marga-dki_43[1]](https://litin.net/wp-content/uploads/2025/09/penambalan-lubang-di-flyover-pancoran-jaksel-dok-dinas-bina-marga-dki_431-148x111.jpeg)