, ,

Jokowi Sungkem Sambut Kedatangan Abu Bakar Ba’asyir

oleh -535 Dilihat
oleh

Sei Rampah – Jokowi Sungkem Sambut Sebuah momen yang mengejutkan sekaligus menyita perhatian publik terjadi di sebuah acara penting kenegaraan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampak sungkem atau menghormat secara langsung kepada Abu Bakar Ba’asyir, tokoh kontroversial yang dikenal luas masyarakat Indonesia.

Momen ini terjadi saat Abu Bakar Ba’asyir menghadiri undangan khusus dalam forum nasional yang digelar tertutup di Bogor.

Kedatangan Ba’asyir langsung menjadi pusat perhatian tamu undangan dan media yang hadir.

Jokowi menyambut Ba’asyir secara pribadi, dan dalam momen tersebut terlihat ia melakukan gerakan membungkuk hormat sebagai bentuk penghargaan kepada tokoh senior itu.

Gerakan itu oleh sebagian orang diartikan sebagai bentuk sungkem, yang dalam budaya Jawa bermakna hormat kepada orang tua atau tokoh sepuh.

Momen ini terekam oleh kamera dan segera viral di media sosial serta menjadi bahan diskusi publik.

Banyak yang mempertanyakan konteks pertemuan tersebut, mengingat rekam jejak Ba’asyir yang sempat dipenjara karena kasus terorisme.

Meski telah bebas murni sejak awal 2021, Ba’asyir masih menjadi figur yang memicu kontroversi di kalangan masyarakat.

Presiden Jokowi sendiri belum memberikan keterangan resmi terkait maksud dan tujuan gestur hormat tersebut.

Jokowi Sungkem Sambut
Jokowi Sungkem Sambut

Namun pihak Istana menyatakan bahwa tindakan Jokowi adalah bagian dari adat ketimuran, di mana menghormati orang tua dan tokoh agama adalah hal yang lumrah.

Istana menegaskan bahwa momen tersebut tidak berkaitan dengan sikap politik ataupun pandangan ideologis.

“Pak Jokowi menghormati siapa pun, apalagi beliau yang sudah sepuh,” kata salah satu staf khusus presiden.

Kendati demikian, banyak kalangan akademisi dan aktivis HAM mulai angkat bicara.

Mereka menilai gestur tersebut bisa menimbulkan tafsir politis dan bahkan mengaburkan sejarah kelam yang melibatkan tokoh tersebut.

“Simbol itu bisa membingungkan publik, seolah pemerintah memutihkan masa lalu seseorang tanpa pertanggungjawaban moral,” ujar seorang analis politik dari UGM.

Sebaliknya, sejumlah tokoh ormas Islam menilai momen itu sebagai bukti sikap kenegarawanan dan kearifan lokal.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.