, ,

Dikepung Armada Militer AS Iran Nyatakan Siaga Tinggi Siap Perang Habis-habisan

oleh -118 Dilihat
oleh
Dikepung Armada Militer AS

Dikepung Armada Militer AS Iran Nyatakan Siaga Tinggi, Siap Perang Habis-Habisan

Kota Sei Rampah – Dikepung Armada Militer AS Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin memuncak setelah armada militer AS diposisikan di sekitar wilayah Laut Merah dan Teluk Persia, memicu ancaman baru dalam konflik yang sudah lama tegang ini. Pemerintah Iran, melalui Kementerian Pertahanan dan Militer Iran, menyatakan bahwa negara tersebut dalam siaga tinggi dan siap menghadapi kemungkinan konflik militer secara habis-habisan, setelah serangkaian pergerakan angkatan laut AS yang dilaporkan mengelilingi perairan strategis milik Iran.

Kabar ini muncul setelah beberapa hari manuver militer AS yang melibatkan kapal induk, pesawat tempur, dan armada kapal perang yang diposisikan secara strategis dekat wilayah perairan yang dikuasai oleh Iran. Militer AS mengklaim bahwa langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas regional, terutama di sekitar jalur pelayaran utama dunia, yaitu Selat Hormuz.

Tantangan Serius bagi Keamanan Global

Selat Hormuz adalah salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia, menghubungkan negara-negara penghasil minyak besar di Timur Tengah dengan pasar global. Sekitar 20% dari pasokan minyak dunia melewati selat ini. Ketegangan antara AS dan Iran yang semakin meningkat dapat memengaruhi pasokan energi global, dan beberapa analis khawatir bahwa eskalasi ketegangan bisa memicu konflik militer yang lebih luas di kawasan ini.

Pernyataan resmi Iran tentang siaga tinggi ini datang setelah peningkatan interaksi antara pasukan AS dan pasukan Iran di Laut Arab dan Teluk Persia yang beberapa kali hampir berujung pada insiden. Komando Pusat Militer AS mengungkapkan bahwa tujuan utama pengerahan armada militer ini adalah untuk melindungi jalur perdagangan dan menjaga kebebasan navigasi di wilayah yang sangat penting tersebut.

Iran Siap “Perang Habis-Habisan”

Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertahanan Iran, pihak berwenang negara ini menegaskan bahwa mereka siap untuk bertempur jika diperlukan. Jenderal Mohammad Bagheri, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, mengatakan bahwa Iran akan mempertahankan kedaulatan dan wilayah lautnya “dengan segala cara,” dan akan bertindak tegas jika provokasi militer terus berlanjut.

“Jika mereka (AS) menginginkan perang, maka kami akan memberikan perlawanan yang lebih keras dari yang mereka bayangkan. Tidak ada yang bisa menghentikan kami dalam mempertahankan tanah air kami,” ujar Jenderal Bagheri dalam sebuah wawancara yang disiarkan oleh media negara Iran, Press TV.

Iran juga mengancam akan menanggapi secara langsung setiap upaya yang dilancarkan untuk mengganggu kebebasan pelayaran di Selat Hormuz, yang juga menjadi jalur utama ekspor minyak bagi negara-negara Timur Tengah, termasuk Iran sendiri. Ketegangan semakin tinggi setelah serangkaian insiden yang melibatkan kapal-kapal komersial yang disabotase atau diserang di wilayah tersebut, yang disalahkan sebagian besar oleh pihak Iran, meskipun negara tersebut membantah terlibat langsung.Siaga Perang Arab! Iran Siap Rudal Pangkalan AS-Trump Tarik Pasukan

Baca Juga: Sekjen DPR Indra Iskandar Ajukan Praperadilan Lawan KPK soal Status Tersangka

Manuver Militer dan Penyebaran Armada AS

Penyebaran armada kapal induk AS ke Teluk Persia ini adalah yang terbaru dalam serangkaian tindakan militer yang lebih agresif yang telah dilakukan oleh AS sejak ketegangan dengan Iran kembali memuncak pada tahun 2018 setelah AS menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran (JCPOA). Keputusan tersebut menyebabkan hubungan diplomatik antara kedua negara semakin buruk dan memicu serangkaian sanksi ekonomi yang lebih ketat terhadap Teheran.

Pentagon mengonfirmasi bahwa armada kapal induk USS Dwight D. Eisenhower beserta beberapa kapal perusak dan kapal selam telah berlayar ke wilayah tersebut. Selain itu, pesawat-pesawat tempur F-22 Raptor juga turut dilibatkan untuk memperkuat kehadiran AS di kawasan tersebut.

Kehadiran AS ini, menurut beberapa sumber, adalah bentuk peringatan langsung bagi Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) yang telah beberapa kali melakukan uji coba peluncuran rudal di sekitar wilayah tersebut, serta dalam beberapa kesempatan terlibat dalam insiden pengerahan kapal selam dan kapal cepat milik Iran yang mengancam kapal-kapal milik negara-negara Barat.

Respon Internasional terhadap Ketegangan AS-Iran

Negara-negara Barat seperti Inggris, Prancis, dan Jerman telah meminta agar AS dan Iran menahan diri dan mencari solusi diplomatik untuk menghindari perang terbuka yang akan menambah ketidakstabilan kawasan. Meskipun demikian, mereka juga menekankan pentingnya menjaga jalur perdagangan vital seperti Selat Hormuz tetap aman.

Pemerintah China dan Rusia, yang sering mendukung kebijakan luar negeri Iran, juga menyuarakan keprihatinan mereka tentang meningkatnya ketegangan tersebut. Kedua negara tersebut mengingatkan bahwa perang di kawasan ini akan memiliki dampak yang jauh lebih besar bagi stabilitas ekonomi global, terutama untuk harga energi dan pasokan barang-barang industri.

Peran Diplomasi dan Solusi Jangka Panjang

Meskipun Iran dan AS terlibat dalam ketegangan tinggi, beberapa analis melihat bahwa diplomasi masih memiliki peran yang sangat penting untuk meredakan ketegangan. Beberapa negara dan organisasi internasional terus mendorong untuk adanya perundingan bilateral antara AS dan Iran guna mencapai kesepakatan yang lebih jelas dan menjaga keseimbangan politik di kawasan tersebut.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.