,

CIA Kerahkan Drone Serang Fasilitas Pelabuhan di Pantai Venezuela

oleh -175 Dilihat
oleh
CIA Kerahkan Drone

CIA Kerahkan Drone Serang Fasilitas Pelabuhan di Pantai Venezuela: Tindakan Provokatif atau Strategi Militer?

Sei Rampah — CIA Kerahkan Drone  Dalam sebuah langkah yang mengejutkan, Central Intelligence Agency (CIA) Amerika Serikat dilaporkan telah mengerahkan drone tempur untuk melakukan serangan terhadap fasilitas pelabuhan di pesisir Venezuela. Serangan tersebut dilaporkan menargetkan beberapa infrastruktur penting di pelabuhan yang diduga digunakan untuk kegiatan perdagangan ilegal, termasuk penyelundupan senjata dan bahan-bahan yang melanggar sanksi internasional terhadap pemerintah Venezuela.

Serangan ini telah memicu ketegangan diplomatik yang signifikan antara Amerika Serikat dan Venezuela. Pemerintah Venezuela, yang dipimpin oleh Presiden Nicolás Maduro, mengutuk tindakan tersebut sebagai provokasi militer dan sebuah pelanggaran kedaulatan negara. Sementara itu, pemerintah AS belum memberikan konfirmasi resmi terkait keterlibatan CIA, namun beberapa pejabat yang meminta anonimitas mengklaim bahwa serangan ini merupakan bagian dari operasi intelijen yang lebih luas untuk memotong aliran perdagangan ilegal yang dikendalikan oleh rezim Maduro.

Serangan Drone di Pelabuhan Venezuela

Menurut laporan dari berbagai sumber, serangan tersebut terjadi pada 27 Desember 2025 dan menghantam fasilitas pelabuhan utama di kawasan Pantai Venezuela, yang dikenal sebagai tempat lalu lintas penting bagi barang-barang selundupan dan aktivitas perdagangan yang terlarang. Pelabuhan Maracaibo, salah satu pelabuhan terbesar di negara itu, dilaporkan menjadi salah satu lokasi yang terpengaruh oleh serangan ini.

Drone yang digunakan dalam serangan tersebut dilaporkan mengeluarkan rakitan ledakan presisi tinggi, menargetkan sejumlah fasilitas logistik dan peralatan yang digunakan dalam aktivitas ekspor dan impor ilegal. Beberapa fasilitas di pelabuhan juga dilaporkan mengalami kerusakan parah, termasuk terminal kontainer dan stasiun pengisian bahan bakar yang digunakan untuk mendukung operasi kapal-kapal yang terlibat dalam penyelundupan.

“Serangan ini jelas bertujuan untuk menghentikan kegiatan ilegal yang semakin merajalela di Venezuela. Kami tidak bisa membiarkan negara ini menjadi pusat perdagangan gelap yang mengancam stabilitas internasional, terutama dalam hal senjata dan narkoba,” ujar seorang pejabat intelijen AS yang tidak mau disebutkan namanya.Wamen BUMN Sebut Pelabuhan Benoa Bakal Jadi Marina Sekelas Singapura

Baca Juga: Prajurit di Perbatasan RI–Malaysia Gagalkan Penyelundupan 722 Botol Miras Ilegal

Pernyataan Keras dari Venezuela

Pemerintah Venezuela segera menanggapi serangan tersebut dengan keras. Dalam pidato yang disampaikan oleh Presiden Nicolás Maduro, ia menyebutkan bahwa tindakan tersebut adalah aksi agresi dan sebuah pencabulan terhadap kedaulatan negara Venezuela.

“Amerika Serikat sekali lagi menunjukkan kekuatan imperialismenya, dengan menggunakan drone untuk menyerang fasilitas milik negara kami. Ini adalah bentuk perang psikologis dan terorisme negara. Kami akan meminta dukungan internasional untuk mengutuk tindakan ini,” kata Maduro dengan tegas.

Selain itu, Maduro juga mengklaim bahwa serangan drone tersebut tidak hanya merusak infrastruktur pelabuhan, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada kapal-kapal dagang yang tengah beroperasi. Meskipun belum ada korban jiwa yang dilaporkan, serangan ini telah menimbulkan kerusakan material yang diperkirakan mencapai jutaan dolar.

CIA Kerahkan Drone banggapan Internasional: Apakah Ini Provokasi atau Tindakan yang Diperlukan?

Reaksi terhadap serangan ini sangat beragam. Beberapa negara Barat, termasuk negara-negara Eropa, tampaknya mendukung tindakan AS, dengan menganggap bahwa serangan ini adalah bagian dari upaya untuk menghentikan perdagangan ilegal yang berkaitan dengan kegiatan teroris dan perdagangan senjata yang melibatkan pemerintah Venezuela. Negara-negara ini menilai bahwa serangan ini dilakukan sebagai bagian dari operasi untuk melawan penyelundupan yang telah berkembang pesat selama masa pemerintahan Maduro.

Namun, sebagian negara-negara Amerika Latin dan beberapa negara Afrika mengutuk serangan ini sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Mereka menilai bahwa intervensi militer asing seperti ini hanya akan memperburuk ketegangan di kawasan yang sudah terbelah oleh konflik politik dan ekonomi.

Perdana Menteri Uruguay, Luis Lacalle Pou, mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa serangan seperti ini hanya akan meningkatkan polaritas politik di Amerika Latin. “Kita harus mencari solusi damai untuk masalah Venezuela, bukan melalui serangan militer yang tidak sah. Langkah ini hanya akan memperburuk penderitaan rakyat Venezuela,” ungkap Lacalle Pou.

CIA dan Keterlibatan dalam Operasi di Venezuela

Sementara pemerintah AS belum memberikan konfirmasi resmi, beberapa pejabat yang berbicara secara anonim menyatakan bahwa operasi ini adalah bagian dari strategi lebih besar untuk menanggulangi perdagangan narkoba dan senjata yang diduga didukung oleh pemerintah Venezuela. Amerika Serikat selama ini telah memberikan tekanan diplomatik dan ekonomi terhadap pemerintahan Maduro dengan tujuan menggulingkan rezim tersebut dan mengakhiri penyalahgunaan sumber daya negara untuk tujuan yang tidak sah.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.