, ,

Banjir hingga Longsor Terjadi di Pesisir Barat Lampung, Rumah Warga Terendam Air

oleh -189 Dilihat
oleh

Seiramah – Banjir hingga Longsor Curah hujan yang sangat tinggi sejak beberapa hari terakhir telah menyebabkan bencana besar di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Banjir dan longsor melanda sejumlah desa di kawasan pesisir ini, mengakibatkan ratusan rumah terendam air dan infrastruktur penting seperti jalan dan jembatan rusak parah. Warga setempat dilaporkan terjebak di rumah mereka, sementara banyak yang harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Bencana ini menjadi pukulan besar bagi warga yang sebagian besar menggantungkan hidup mereka pada sektor pertanian dan perikanan.

Peristiwa bencana ini terjadi sejak Jumat malam, dan sampai Sabtu siang, intensitas hujan tidak kunjung reda. Wilayah-wilayah seperti Krui, Way Redak, dan Pulau Pisang yang berada di kawasan Pesisir Barat mengalami dampak yang paling parah. Selain banjir yang merendam pemukiman, tanah longsor juga menambah derita masyarakat yang sudah mulai kesulitan bertahan di tengah cuaca ekstrem ini.

Kronologi Kejadian

Bencana ini diawali dengan hujan lebat yang mengguyur kawasan Pesisir Barat sepanjang hari Jumat. Sungai-sungai yang biasanya mengalir lancar, dalam waktu singkat meluap akibat curah hujan yang tinggi. Akibatnya, banyak rumah yang terendam air hingga setinggi satu meter lebih, sementara beberapa titik di kawasan perkotaan dan pedesaan terisolasi oleh banjir

Banjir hingga Longsor
Banjir hingga Longsor

Baca Juga:  Mobil Terbakar Sei Rampah Polri dan Warga Bergerak Cepat Padamkan Api

“Ini sangat cepat terjadi. Hujan deras sejak siang hari, dan malamnya air mulai masuk ke rumah-rumah warga. Begitu pagi, air semakin tinggi dan menutup akses jalan, bahkan ada rumah yang hampir tenggelam,” ujar Samsul, salah satu warga Krui, yang terpaksa mengungsi bersama keluarganya setelah rumah mereka terendam air.

Selain banjir, bencana longsor terjadi di sejumlah titik yang terletak di daerah perbukitan dan lereng gunung. Di Desa Way Redak, longsoran tanah menutup jalan utama yang menghubungkan beberapa desa, sehingga kendaraan dan logistik terhambat. Kejadian ini membuat evakuasi warga dan distribusi bantuan menjadi semakin sulit.

Di beberapa desa lain, longsor juga merusak rumah-rumah warga yang berada di pinggir tebing. Salah satunya, di Desa Pulau Pisang, tanah longsor menerjang beberapa rumah dan memporak-porandakan infrastruktur setempat. Puluhan rumah rusak dan sebagian besar warga kehilangan tempat tinggal.

Dampak Banjir dan Longsor pada Masyarakat

Banjir yang melanda kawasan pesisir ini mengakibatkan kerugian besar bagi warga setempat. Ribuan hektar lahan pertanian, terutama yang ditanami padi, jagung, dan sayuran, terendam air. Bagi banyak petani, kerugian ini menjadi pukulan telak karena mereka tidak hanya kehilangan hasil panen, tetapi juga mata pencaharian mereka untuk beberapa bulan ke depan.

Tidak hanya itu, sektor perikanan juga terimbas bencana. Beberapa tambak ikan di daerah pesisir terendam air, sehingga ikan-ikan yang ada di dalamnya terlepas atau mati. “Kami hanya mengandalkan tambak untuk hidup. Kalau tambak kami rusak, bagaimana kami bisa bertahan?” ungkap Rudi (38), seorang nelayan dari Desa Krui.

Bencana ini juga berdampak pada perekonomian lokal yang mengandalkan perdagangan hasil pertanian dan perikanan. Pasar-pasar setempat terendam air, membuat transaksi jual beli menjadi terhenti. Selain itu, banyak warga yang kini harus mengungsi ke tempat yang lebih aman, tinggal di tenda-tenda darurat atau rumah kerabat, mengingat banyak rumah mereka yang rusak atau terendam.

Penyelamatan dan Evakuasi Warga

Setelah menerima laporan dari masyarakat, pemerintah setempat bersama dengan tim SAR, BPBD, dan relawan langsung terjun ke lapangan untuk melakukan evakuasi warga dan penyaluran bantuan. Tim gabungan menggunakan perahu karet untuk menyusuri area yang terendam banjir, mengevakuasi warga yang terjebak, dan menyalurkan makanan serta kebutuhan darurat lainnya.

“Kami masih terus berusaha mengevakuasi warga yang terjebak di rumah mereka. Kami fokus pada daerah yang terisolasi dan yang terkena longsor. Dalam beberapa hari ke depan, kami akan memprioritaskan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan,” ujar Kepala BPBD Pesisir Barat, Joko Santoso, dalam wawancara.

Pemerintah daerah Pesisir Barat juga mendirikan posko-posko pengungsian dan dapur umum untuk menyediakan makanan bagi pengungsi. Sementara itu, distribusi bantuan berupa selimut, pakaian, dan perlengkapan bayi juga sedang digalakkan, meski kondisi akses ke beberapa daerah terhambat akibat longsor dan jalan yang terendam.

Bantuan dari Pemerintah dan Lembaga Sosial

Pemerintah Provinsi Lampung telah mengirimkan bantuan awal berupa makanan siap saji, air bersih, serta alat-alat medis untuk membantu pengungsi. Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, menyatakan bahwa pemerintah akan terus memantau kondisi di lapangan dan memastikan bahwa bantuan dapat segera diterima oleh korban bencana.

“Situasi ini sangat memprihatinkan, namun kami akan bekerja keras untuk memastikan warga yang terdampak bisa mendapatkan bantuan yang mereka perlukan. Kami juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan dari tim penyelamat dan pemerintah daerah,” kata Arinal Djunaidi.

Selain itu, sejumlah organisasi sosial dan lembaga kemanusiaan seperti Palang Merah Indonesia (PMI) dan BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) juga ikut turun tangan. BAZNAS, misalnya, telah mendirikan posko bantuan di beberapa titik pengungsian untuk menyalurkan bantuan berupa makanan, pakaian, dan air bersih.

“BAZNAS akan terus berusaha membantu masyarakat yang terdampak. Kami sudah mengirimkan tim relawan dan bantuan kemanusiaan untuk meringankan beban warga yang sedang kesulitan,” ungkap Direktur BAZNAS Lampung, Ahmad Kamil.

Kerusakan Infrastruktur dan Akses Transportasi

Salah satu dampak terbesar dari bencana ini adalah rusaknya infrastruktur transportasi. Jalan utama yang menghubungkan Pesisir Barat dengan kota-kota lain di Lampung terputus akibat longsor dan banjir. Beberapa jembatan yang menghubungkan pulau-pulau kecil dengan daratan utama juga terputus, sehingga membuat distribusi bantuan semakin sulit.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat bersama instansi terkait telah mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsoran dan membuka kembali akses jalan yang terputus. Meskipun begitu, proses pemulihan infrastruktur ini diperkirakan akan memakan waktu yang cukup lama, mengingat kerusakan yang cukup parah.

Sementara itu, warga yang mengungsi di tenda-tenda darurat harus menghadapi kondisi yang cukup memprihatinkan, dengan terbatasnya akses ke fasilitas kesehatan dan kebutuhan pokok lainnya. Pemerintah setempat berupaya untuk menyediakan layanan kesehatan dan obat-obatan, namun situasi yang sulit membuat penanganan sedikit terhambat.

Antisipasi dan Rencana Pemulihan

Pemerintah Pesisir Barat berencana untuk segera melakukan upaya pemulihan pasca-bencana, yang akan mencakup pembersihan sisa-sisa material longsor, perbaikan infrastruktur, dan distribusi bantuan jangka panjang. Selain itu, pihak berwenang juga akan mengembangkan rencana mitigasi bencana untuk meminimalkan dampak bencana serupa di masa depan.

“Kami akan segera melakukan pendataan kerusakan, termasuk rumah-rumah yang rusak dan lahan pertanian yang terdampak. Ini akan menjadi dasar kami untuk memberikan bantuan pasca-bencana yang lebih menyeluruh,” ujar Bupati Pesisir Barat, Agus Istiqlal.

Pihak berwenang juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana lanjutan, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu. Masyarakat diminta untuk tetap berada di tempat yang aman dan mengikuti arahan dari tim evakuasi dan petugas setempat.

Penutupan

Banjir dan longsor yang melanda Pesisir Barat Lampung telah menimbulkan kerugian yang besar bagi warga. Bencana ini mengingatkan kita akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam, serta solidaritas antar sesama dalam memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.

Dengan adanya bantuan dari pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat yang saling bahu-membahu, diharapkan kondisi di Pesisir Barat dapat segera pulih. Masyarakat yang terdampak diharapkan bisa kembali bangkit dan melanjutkan hidup mereka setelah melewati ujian berat ini.

Skintific