SeiRampah – Korban Keracunan MBG Warga dan orang tua dibuat cemas pagi ini setelah laporan menyebut bahwa korban keracunan massal akibat Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cipongkor telah menembus angka 500 siswa.
Kabar ini datang dari posko kesehatan setempat yang mencatat peningkatan signifikan pasien sejak subuh.
Sejak kemarin, korban sudah berada di angka ratusan, namun lonjakan hari ini membuat situasi makin kritis.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat terus menyisir laporan dari berbagai sekolah untuk memperbarui data korban.
Di posko utama di GOR Kecamatan Cipongkor, barisan pasien terus berdatangan dengan gejala mual, muntah, pusing, sesak napas, dan lemas.
Beberapa korban dibawa ke rumah sakit rujukan karena kondisinya memburuk dan memerlukan perawatan intensif.

Baca Juga : Istri Gus Dur Gundah Delpedro Cs Ditahan Mereka Mau RI Bebas Bersuara
Ada juga yang masih dirawat di posko lapangan dengan obat-obatan dasar dan oksigen.
Petugas medis dan relawan tampak sibuk, sebagian memeriksa data, sebagian lagi mendata gejala setiap siswa.
Orang tua yang khawatir mulai berdatangan ke posko, mencari kabar putra-putri mereka.
Sekolah‑sekolah yang terkena dampak langsung mengirimkan daftar nama siswa yang merasa sakit atau pulang mendadak.
Kepala Dinas Kesehatan menyatakan bahwa angka 500 siswa belum final, karena beberapa korban kemungkinan belum melapor ke posko.
Menurutnya, data akan terus berubah selama masih ada siswa menunjukkan gejala keracunan.
Pemerintah daerah telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) agar penanganan bisa lebih cepat dan terkoordinasi.
Penetapan KLB juga memberikan kewenangan lebih luas untuk mobilisasi sumber daya medis dan tim investigasi.
Bupati Bandung Barat dikabarkan akan turun langsung memantau kondisi korban dan koordinasi antar instansi.
Dari laporan awal, dapur penyedia MBG diduga menjadi titik awal penularan keracunan.
Menu MBG seperti ayam kecap, tahu, sayur, dan buah disebut-sebut sebagai menu yang memicu gejala pada siswa.
Ada saksi yang menyebut bahwa makanan sudah dikemas sejak pagi sekali, sehingga kemungkinan
